Persaingan antar smartphone untuk tahun ini bisa dikatakan semakin
memanas. Beberapa konsep desain smartphone pun mengalir deras di dunia
maya maupun di beberapa media lainnya. Untuk
meningkatkan tensi persaingan, pada kesempatan Nokia World 2011 awal
tahun ini, Nokia sempat menghadirkan perangkat yang serupa melalui
sebuah prototype smartphone layar fleksibel yang disebut perangkat kinetic.
Dan sampai saaat ini, tim kreatif di Nokia Research Lab memiliki
terobosan desain baru untuk sesuatu yang lebih dari sekedar perangkat
biasa. Terobosan desain konsep terbaru untuk perangkat kinetic ini
disebut Nokia HumanForm. Nokia HumanForm merupakan terobosan untuk
desain smartphone terbaru yang dimiliki Nokia. Smatphone ini nantinya
memiliki bentuk keseluruhan yang tergolong konsep desain masa depan dan
menentang arus desain smartphone yang ada di pasar gadget saat ini.
Nokia HumanForm memang dirancang untuk mengubah cara kita menggunakan ponsel seperti
saat ini. Dimulai dengan tombol yang bakal tergusur dengan onscreen tap
dan gesture. Selain bekerja dengan regular tap dan gesture, smartphone
ini juga dapat dibengkokkan seperti konsep-konsep smartphone fleksibel
yang telah ada sebelumnya.
Ini hanya sebuat prototype, untuk lebih jelasnya lihat video dibawah ini:
ZionEyez, sebuah perusahaan social media berharap dapat
memberikan sebuah metode untuk berbagi petualangan dengan sobat secara
realtime di seluruh web dengan hanya berbekal satu set kamera 720p yang
tertanam pada sebuah kacamata.
Kacamata yang bernama Eyez ini memiliki sebuah kamera kecil yang berada
di sebelah kiri lensa kacamata berukuran standar, dengan prosesor, Bluetooth
dan WiFi dengan modul yang terdapat pada bagian telinga yang
berdekatan. Selain itu, Eyez ini juga dilengkapi dengan camcorder kecil
(dengan menangkap audio mono) tanpa pemeriksaan dari dekat.
Prototipe yang digunakan pada Eyez
sangat terbatas untuk media penyimpanan lokal. Sebuah proto bulkier
yang terpisah mengandung gelombang radio yang diperlukan untuk streaming
nirkabel pun untuk saat ini belum tersedia. Dengan kualitas video
yang jauh lebih halus dan audio yang agak nyaring, Eyez juga memiliki
baterai 350mAh yang harus dicharge antara dua dan tiga jam. Sama seperti
smartphone, Eyez dapat dicharge menggunakan kabel USB.
Untuk membuktikannya, beberapa orang dipilih untuk mencoba kacamata yang merupakan produk gadget terbaru
yang dikhususkan untuk masa depan ini. Dimana para tester hanya
memiliki kesempatan untuk menghabiskan beberapa jam untuk menggunakan
perangkat dengan merekam perjalanan ke sebuah pertemuan di New York
City. Pada saat beristirahat, mereka memutar ulang cuplikan perjalanan.
Untuk info rilis dan harga, ZionEyez saat ini belum dapat mengkonfirmasi tanggal rilis dan harga dari kacamata Eyez ini.
mungkin sudah sering melihat video maupun film yang menampilkan kecanggihan teknologi terbaru untuk masa depan.
Tapi apa jadinya jika hal tersebut menjadi nyata dan bisa sobat miliki?
Saat ini mungkin fungsi meja bagi sobat hanya sebagai peralatan rumah
tangga untuk meletakkan peralatan tulis menulis atau sekedar pengisi
interior ruangan. Pada awal tahun 2011, beredar kabar munculnya teknologi tv hologram.
Tapi baru-baru ini, dipenghujung tahun 2011, Microsoft membuat sebuah
terobosan dengan teknologi yang diberi nama Microsoft Surface, dimana
sebuah kombinasi antara meja, komputer, kamera, serta touch sensivity
berukuran sebesar yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi untuk
berbagai aktivitas.
Pada meja besar yang menggunakan LCD
touch screen 40 inci, Microsoft menempatkan sebuah smartphone pada
layar, seketika Microsoft Surface akan mengenali perangkat tersebut dan
menampilkan informasi mengenai perangkat serta memungkinkan untuk
memilih model yang berbeda. Kabarnya, Microsoft telah mengkonfirmasi
harga terbaru untuk meja masa depan yang akan mereka rilis pada tahun
2012 nanti di pasar Amerika sebesar $8.900.
Seperti halnya Microsoft Surface, teknologi terbaru untuk masa depan
lainnya, sebuah meja interaktif, EXOdesk, memungkinkan sobat untuk
melakukan semua aktivitas pada virtual space. EXOdesk sebenarnya
merupakan sebuah tabletop computer yang menawarkan layar high definition
40 inci, di mana kita bisa memanipulasi virtual object dengan menyentuh
dan dragging. EXOdesk akan dirilis pada tahun 2012 mendatang dengan
harga $1,299.
Pada video dibawah ini bisa sobat saksikan penampakan kecanggihan teknologi terbaru untuk masa depan dengan tampilan virtual keyboard, RSS feed stream, simulasi permainan piano, dan aplikasi untuk permukaan tabletop.
Baru-baru ini sebuah teknologi baru yang cukup menarik telah lahir. Teknologi ini memungkinkan permukaan apapun menjadi sebuah “touchscreen”.
Teknologi bernama OmniTouch, yang masih dalam tahap perkembangan di lab riset Microsoft, ini hadir dalam dalam bentuk prototype berupa sebuah unit hardware
yang “dikenakan” dan bisa memproyeksikan gambar pada berbagai macam
permukaan. Interaksi dari OmniTouch ini tidak memerlukan kalibrasi
(penyesuaian dengan bidang permukaan yang digunakan) terlebih dahulu.
Bayangkan Anda melakukan dial telepon dari telapak tangan Anda, begitulah cara kerja OmniTouch. Dengan teknologi ini, bagian tangan Anda bisa menjadi “smartphone” Anda dan meja bisa menjadi “tablet PC” Anda. OmniTouch menawarkan keuntungan sebuah perangkat mobile sambil menambah kemampuan interaktif pengguna. Prototype yang dipamerkan Microsoft pada acara ACM symposium UIST 2011 (Association for Computing Machinery’s Symposium User Interface Software and Technology ), perusahaan software raksasa ini mengunakan kamera yang digunakan OmniTouch memiliki sistem kerja yang mirip dengan Microsoft Kinect namun telah dimodifikasi untuk berfungsi dalam jarak dekat. Pengguna
“mengenakan” kamera tersebut dan kemudian sistem akan memproyeksikan UI
(User Interface) pada berbagai macam permukaan.
Teknologi yang ditawarkan OmniTouch memang sangat menarik, namun Anda
pasti berpikir bentuk dari prototype OmniTouch, yang berupa kamera dan
beberapa hardware lainnya dengan penyangga yang bisa dikenakan
oleh pengguna, ini akan nampak konyol jika digunakan oleh pengguna umum
dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi kembali lagi pada fakta bahwa ini
masih prototype dari OmniTouch, kita tidak tahu kearah mana teknologi ini akan berkembang kedepannya.
Berikut video demo dari OmniTouch:
sumber : http://portal.paseban.com/article/3010/omnitouch
Kinnect for XBOX 360 adalah teknologi Microsoft dan XBOX 360 terbaru yang digunakan salah satunya untuk mengontrol game. Kinnect ini juga akan bersaing dengan kontroler game buatan Nintendo yaitu Wii Remote dengan Wii MotionPlus dan Playstation Move dengan Playstation Eye gerak sistem kontrol untuk Wii dan Playstation 3.
Kinnect ini diluncurkan di Amerika Utara pada tanggal 4 November 2010, di Eropa pada tanggal 10 November 2010, di Australia, New Zealand, dan Singapura pada tanggal 18 November 2010 dan di Jepang pada tanggal 22 November 2010. Dan kemarin ketika di ITB ada acara Code Camp 2011 Windows Phone, Microsoft juga memperkenalkannya ke Indonesia, khususnya peserta Code Camp 2011.Disana Microsoft juga memperagakan beberapa demo yang menggunakan Kinnect.
Kinnect ini dapat mengetahui posisi objek yang berada didepannya, yaitu dengan memanfaatkan 4 microphone yang ada pada Kinnect. selain itu, agar Kinnect dapat melihat objek secara 3D, Kinnect menggunakan 2 kamera, Infrared dan Kamera biasa.
Karena menggunakan Infrared, jika posisi objek membelakangi matahari, atau dengan kata lain saat kita menggunakan kinnect, matahari berada dibelakang kita, Kinnect akan kesulitan untuk melihat kita. karena prinsip kerja dari Kinnect adalah memancarkan sinar infra merah, dan menangkapnya kembali sesuai pantulan dari objek, sedangkan jika dibelakang kita matahari, maka sinar infra red yang ada di matahari akan mengganggu. berlaku pula terhadap lampu.
Harga kinnect termasuk murah, karena Microsoft mengandalkan keuntungan dari penjualan softwarenya. Mengapa Kinnect tidak dijual di Indonesia? karena Microsoft tau kalau Software-software di Indonesia banyak yang dibajak. Kalaupun ada, mungkin itu barangnya Black Market. Jika Anda penasaran, bisa lihat video berikut:
Sekian, semoga membantu.
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kinect Read More..